Terinspirasi oleh http://www.republika.co.id/berita/70403/Malaysia_Klaim_Tari_Pendet_Bali
Katanya nih, menambah daftar panjang kebudayaan kita yang sudah diklaim negeri jiran, bertambahlah satu lagi budaya kita yang dipinjam yaitu...... TARI PENDET asal Bali. Ok, sesudah tari reog ponorogo, lagu rasa sayange, dan beragam tari lainnya, muncullah klaim yang cukup meng-awang-awang, yaitu me-Melayukan Tari Pendet. Saya sendiri sampai sekarang belum lihat bentuk klaimnya, apakah TVC turisme seperti dulu, atau tulisan di media. Ada yang bilang berupa secuplik video di discovery channel di liputan atau serial mengenai Malaysia, entah siapa yang membuatnya.
Sambil menghela nafas, saya berharap bahwa kita harus berpikir rasional dalam hal ini. Malaysia, adalah Negara rumpun Melayu yang akar kebudayaannya sederhana saja : ya cuman budaya Melayu dan Dayak. Titik. Budaya Cina dan India-nya sendiri merupakan budaya peranakan, alias perpaduan budaya Melayu dan budaya pendatang asal Negara tersebut, sama dengan Singapura. Nah, dengan kebudayaan yang terbatas seperti itu, mau dieksplor diperas hingga tetes terakhir pun masih kalah jauuuuuuuuh dari budaya Indonesia yang kaya, berwarna dan meriah. Karena merasa bahwa mereka 'serumpun' (walau kata rumpun itu pun amat sangat loosely adapted) dengan kita, jangan heran lah kalo sedikit-dikit ingin disamakan secara budaya. Caranya macem-macem, termasuk ya dengan cara ngemplang budaya itu tadi.
Budaya Indo pun tanpa kita sadari, masuk ke Malaysia secara radikal melalui pop culture-nya. Lagu Nidji, ST12 sampe Rossa dan BCL mah dah jadi household items di sono. Bedanya, kalo kita bakal meringis denger penyanyi Malaysia ngetop di indo jaman sekarang, kecuali Siti Nurhaliza ya, tabloid gossip mereka justru dipenuhi gossip artis Indo yang didewakan banget disana. Sampe pemusik ama budayawannya juga pusing tujuh keliling ngatasin invasi pop tanpa sadar ini.
Kita mungkin patut kasihan sama mereka, karena mereka adalah sekelompok rakyat yang ... yah, miskin ide, kebudayaan dan kesenian. Sumber APBN nya darimana sih? Sumber alam dikit, negara kecil, rakyat enggak banyak... kecuali ya dari investasi asing dan turisme. Ibarat pedagang pemilik toko, mereka harus bisa survive, dan supaya 'toko'nya bisa hidup dia harus mengadopsi 'toko' lain yang lebih 'laku' seperti Indonesia. Kontribusi mereka di ranah Asia Tenggara juga enggak banyak, kecuali .......eum, Noordin M Top, Dr Azahari dan......Tengku Fa*hry mungkin?
Justru di sini Pemerintah RI yang harus bisa proaktif. Jangan hanya melotot-melotot waktu Bom meledak atau dituduh Pemilu curang, tapi diam sambil siul-siul sewaktu bagian dari diri kita dipinjam tanpa ijin oleh Negara tetangga. Kalo secara politik enggak memungkinkan buat di konter (kebayang enggak SBY nelpon PM siapa tuh, Razak? Sambil ngobrolin "by the way nih Cik... pernah dengar tari Pendet kah?"), mbok ya bikin konter attack dengan cara bikin TVC Turisme yang menggigit. Bikin aja Mockumentary yang wawancara turis2 bule yang nonton tari Pendet di Bali, Reog Ponorogo di Jawa sampe nyanyi2 lagu Ambon. Dijamin manjur, kocak dan to the point. Everybody's happy! Ih, gemes pingin bantu deh kalo kaya gini!
PS : kan Mau Puasaan nih, jadi maafkan saja 'mereka'.... dan maafkan saya juga yah, kalo ada tulisan yang menginggung baik sengaja maupun enggak :D


